Neuro-Fuzzy Control menurut
Fuller[1] didefinisikan sebagai teknik kontrol yang merupakan kombinasi dua
buah metode yaitu metode logika fuzzy
dan JST. JST baik bila
digunakan untuk pengenalan pola, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana sistem
tersebut mendapatkan hasil, sedangkan fuzzy
logic merupakan metode yang dapat
menjelaskan mengenai hasil yang didapatkan tetapi sistem tersebut tidak dapat
secara otomatis memperoleh desain variabel dan aturan-aturan yang digunakan untuk mendapatkan hasil. Oleh
karena itu, diperlukan kombinasi dari kedua sistem tersebut agar kinerja sebuah
sistem proses semakin memuaskan.
Menurut Dewanto dkk[2], neuro-fuzzy merupakan gabungan antara prinsip
belajar dari JST untuk adaptasi fungsi keanggotaan dari fuzzy. Kombinasi dari kedua jenis kontroler ini dilakukan untuk
saling melengkapi kelebihan dan mengurangi kekurangan masing-masing kontroler. Dari
kemampuannya untuk belajar, maka sistem kontrol neuro-fuzzy sering disebut sebagai ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System). Secara fungsional,
arsitektur ANFIS sama dengan fuzzy rule
base model Sugeno. Dapat dikatakan bahwa ANFIS adalah suatu metode yang
menggunakan algoritma pembelajaran terhadap sekumpulan data untuk melakukan
penyetelan aturan.[3]
refferensi :
- [1] Fuller, Robert,. Neural Fuzzy System. Donner Visiting professor˚Abo Akademi Universit. ˚Abo, 1995.
- [2] Dewanto R.A, dkk., Identifiasi Dinamika Sistem Menggunakan Neuro-Fuzzy, Skripsi S-1, STIMIK-DCI, Tasikmalaya. 2005.
- [3] Kusumadewi, Sri dan Sri Hartati, Neuro-Fuzzy Integrasi Sistem Fuzzy & Jaringan Syaraf Edisi2, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta, 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar